Teks Foto : Ketua Depidar II Soksi Sumut Sangkot Sirait (Foto / IST)
MEDAN-Medanseru
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) II Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Sumut Sangkot Sirait meminta oknum-oknum di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar agar tidak mengambil langkah sembrono yang mengakibatkan kebingungan dan perpecahan di internal Partai Golkar.
“Seyogyanya pengurus DPP itu menjadi pengayom persatuan dan kesatuan kader di seluruh jajaran Partai Golkar maupun ormas hasta karyanya, bukan menjadi pemecah kesatuan kader,” tuah Sangkot kepada wartawan melalui telepon, Minggu (14/4/2024).
Ucapan ini ia sampaikan kepada wartawan setelah beberapa oknum pengurus DPP Partai Golkar mengeluarkan statement yang terkesan mendahului keputusan DPP Partai Golkar tentang penentuan Cagubsu.
“Terkait tentang surat tugas DPP terhadap calon gubernur Sumatera Utara yang dikeluarkan kepada dua nama (Bobby Nasution dan Musa Rajekshah), ini merupakan dinamika politik secara formal dari partai. Ini kita hargai, dan semuanya kan akan berproses,” ujarnya.
Menurut Sangkot, seharusnya proses penentuan calon gubernur yang akan bermuara kepada keputusan Partai Golkar dibiarkan mengalir sebagaimana mestinya.
“Jangan ada oknum-oknum DPP mendahului (keputusan), mencari muka dengan menjawab, seperti apa yang dikatakan Meutya Hafid, ‘Silahkan saja DPD (Partai) Golkar mengusulkan, tapi keputusan di tangan DPP’” terangnya.
Menurutnya, pernyataan Meutya Hafid itu dapat menyinggung perasaan kader. Sebab, lanjut Sangkot, para kader dan DPD merupakan ujung tombak kemenangan Partai Golkar.
Sangkot pun berharap agar Ketua Umum Partai Golkar Arilangga Hartarto menegur oknum-oknum di kepengurusan DPP yang mengeluarkan statement yang terkesan mengerdilkan para kader di daerah.
“Karena tidak ada juga DPP bisa bergerak sendiri tanpa adanya struktur kader-kader di daerah,” pungkasnya. (ms-05)










