Foto kenangan Alm.Hasiholan Siregar bersama rekan wartawan dan pimpinan redaksi medanseru.com saat ini Syafrizal Anwar Siregar sekaligus keponakan sang pendiri medanseru di ruang sidang Cakra Pengadilan Negeri Medan Tahun 2019 yang lalu.
Mengingat perjalanan media Https//www.medanseru.co Jilid I yang memiliki kisah haru dan menjadikan bukti bahwa sang pencetus merupakan wartawan / Jurnalis profesional dan ternama di Sumatera Utara karena di berikan kelebihan daya pikir diatas rata-rata bahkan beberapa jurnalis lain menyebutnya sebagai “hantu” berita karena kepiawaiannya membuat tulisan yang memiliki nilai ekstrim bahkan orang yang menjadi objek pemberitaannya itu merasa tidak tenang bahkan meminta ampun agar menghentikan berita yang dimuatnya karena sang objek sudah merasa ketakutan dengan akuratnya data serta lugasnya tulisan yang dibuat “anak Kampung” asal Tapanuli Selatan ini.
Alm.Hasiholan Siregar telah berpulang kepada Allah SWT pada tahun 2020 yang lalu dan sebelum meninggal dunia,Alm Sempat menceritakan bahwa dia menderita penyakit pada bagian dalam tubuh telapatnya bagian dalam dada karena siksaan yang dilakukan sesama tahanan dengan di otaki orang yang merasa tidak puas dan resah akibat pemberitaan Alm.Sihol hingga membuat dirinya di laporkan ke penegak hukum sampai harus berada di dalam sel tahanan Rutan Tanjung Gusta Medan sebagai narapidana dengan masa hukuman 11 bulan kurungan penjara.
Kami dari pihak keluarga dan atas nama perusahaan meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada orang-orang yang pernah merasa tersakiti atau terzholimi karena perbuatan atau sifat Alm.Hasiholan baik dari segi pekerjaan sebagai wartawan atau sebagai teman yang mungkin dulunya pernah mengalami rasa sakit dan kecewa karena perilaku maupun bahasa Alm Hasiholan baik saat itu disengaja atau juga tidak di sengaja dan kami berharap agar kita bersama mendoakan alm.Hasiholan Siregar supaya mendapat tempat yang layak disisi Allah SWT dan digabungkan kepada golongan orang yang beriman untuk menuju surga nya allah dimasa hari yang akan tiba. Amiinn
Kami juga mencoba untuk menceritakan sedikit mengenai perjalanan haru media online medanseru bersama sang pemrakarsa sampai akhir hayat menjemput dirinya.

KARIKATUR KENANGAN…..
ALM. HASIHOLAN SIREGAR
SANG PEMRAKARSA
MEDIA ONLINE MEDANSERU
(foto / facebook-Hasiholan Siregar)
Dalam kami cerita yang kami tuliskan ini semoga kita mendapat ilmu dan mengambil pelajaran berharga untuk kita semua agar kedepannya lebih baik lagi karena dari kisah ini kami merasa yakin bahwa para pembaca nantinya merasakan sesuatu yang beda saat selesai membaca cerita ini.
Ada beberapa poin nanti yang bisa kita nilai sedikit banyaknya tentang kelebihan maupun kekurangan Alm Hasiholan namun bukan adanya tujuan untuk merendakan Almarhum semasa hidupnya melainkan kami ingin menceritakan mengenai orang tua sekaligus guru dan panutan kami di media ini yang saat itu berusaha keras untuk mendirikan perusahaan media berkelas agar dapat menciptakan lapangan pekerjaan baik itu di perusahaan media maupun dari beberapa relasi perusahaan dengan syarat hanya ditujukan terhadap orang yang sangat membutuhkan pekerjaan dan benar dinilai layak untuk di pekerjakan hingga dapat bergabung ke dalam perusahaan medanseru dengan penghasilan yang cukup tanpa adanya Beking / orang ketika melakukan pendaftaran di perusahaan “anak kampung” ini.
Alm.Hasiholan pernah menuturkan bahwasanya perusahaan berkelas adalah sebuah perusahaan yang dihuni orang-orang yang pantas bekerja dengan sistem perekrutan awal tanpa adanya beking maupun suap guna memuluskan calon karyawan ketika tahap pendaftaran dibuka.
Dibalik itu Alm.Hasiholan memiliki misi untuk mengungkap kejahatan oknum pejabat yang menyengsarakan rakyat dengan menggunakan kekuasaan untuk menindas rakyat demi mendapatkan pundi yang mereka masukan kedalam kantong pribadi atau juga dibagi kepada pihak lainnya.
Jatuh Bangun sempat dirasakan Alm.Hasiholan Siregar ketika membangun perusahaan media medanseru sampai berdiri dan dikenal bahkan nyaris sukses akan tetapi dibalik itu terdapat sebuah kekhilafan yang membuat perusahaan harus berurusan dengan pengadilan dan menjatuhkan hukuman bagi Alm Hasiholan setelah menjalani proses persidangan dan ditempatkan dalam sel tahanan dengan waktu 11 bulan dan di bebaskan hingga tuhan mengirimkan utusan malaikat yang ditugaskan melakukan penjemputan terhadap azal yang bersangkutan hingga jenazahnya di makam kan dan di doakan besar harapan Alm. Hasiholan Ditempatkan pada golongan orang yang beriman.
(Al-fatiha Khususon Alm.Hasiholan Siregar….)
Sedikit kami tuliskan mengenai perjalanan tentang kisah berdirinya media online anak medan ini semoga kita semua yang membaca dapat mengetahui cerita sesungguhnya tentang proses yang dialami mendiang dulunya sebagai wartawan sekaligus pemilik perusahaan yang sempat “eror” dan di takuti di jaman kejayaan media ini.
Perusahaan medanseru dulunya dibentuk bermodalkan jiwa pertemanan serta materi yang dikumpul secara bersama-sama oleh beberapa wartawan “Gila” demi menciptakan perusahaan berkelas dan dibangun oleh wartawan yang kala itu selalu siap bertugas melakukan liputan baik itu di dalam maupun luar kota meski bahaya di depan mata.
Wartawan atau kuli tinta yang tergabung dalam proses berdirinya media ini kala itu hanya berjumlah 10 orang dan mereka membuktikan sebuah usaha yang dibangun dengan modal tekad serta kekompakan bisa berhasil tanpa harus banyak mengeluarkan dana yang belum tentu bisa dianggap sebagai jaminan suksesnya perusahaan tersebut.
Sebuah Warung yang jauh dari kata mewah menjadi saksi bisu bila mana warung tersebut masih berdiri sampai kini sebab di dalam warung itu mereka mengikrarkan janji untuk mencapai kesuksesan bisa di dapat dengan kerja sama serta kekompakan dan dan memanfaatkan pertemanan juga relasi guna saling membahu demi suksesnya usaha tersebut.
Warung yang dihuni suami istri ini di jadikan kawanan tersebut sebagai tempat mereka berkumpul sore hingga malam hari setelah bertugas sebagai kuli tinta di beberapa perusahaan media cetak ternama di kota Medan
Kala itu dimana mereka menyambung hidup dengan bekerja siang malam sebagai wartawan yang tidak mengenal lelah demi mendapat liputan berkelas yang layak jual guna meningkatkan mutu media mereka dengan harapan menerima bonus tambahan setiap bulann dari perusahaan dimana tempat mereka bekerja itu.
Ada yang menamakan warung tersebut dengan sebutan markas “Mahasiswa Gerot” dan ada juga yang menyebut dengan rumah Pasukan “Lupa pulang” karena beberapa orang di kelompok tersebut ada yang berstatus sebagai mahasiswa aktif salah satunya Pimpinan Redaksi media saat ini Syafrizal Anwar Dongoran yang kala itu menempuh ilmu di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Jalan Mukhtar Basri Medan.
Beberapa orang hebat di Kota Medan diantaranya pengacara ternama Julheri Sinaga S,H yang dikenal banyak menangani kasus raksasa dan menjadi pengacara pribadi (private Lawyer) beberapa perusahaan besar baik dalam mupun luar kota Medan ini.
Advokat sukses ini turut mengetahui dan berperan penting dibalik kisah perjalanan media online medanseru dan menjadi bagian di dalamnya yang banyak membantu sampai saat ini baik secara moral maupun material demi mengabulkan yang kala itu diimpikan para jurnalis “gila” tersebut.
Ada juga nama M.Arif Tampubolon S,H politikus sebuah partai besar yang namanya cukup dikenal karena lalang melintang memperjuangkan misi politik karena turut membantu masyarakat dan juga mengkritik pemerintah baik itu dari segi hukum maupun juga dari sisi lainnya.
Mengingat kisah tersebut banyak rekan Alm.Hasiholan yang biasa disapa dengan nama panggilan Sihol ini menyebutnya sebagai manusia seribu akal sebab banyaknya ide dan usulan darinya terbukti membuahkan hasil hingga memuaskan perasaan bagi orang yang senantiasa bersedia dan mengikuti idenya tersebut
Media ini dulunya nyaris menguasai pemberitaan korupsi pejabat karena terkenal tajam dan dimuat secara update setiap harinya meski banyaknya teror yang kala itu diterima baik Alm.Hasiholan Maupun beberapa wartawan yang ada di dalamnya.
Dulunya pemberitaan media ini dapat dibaca secara cetak maupun online malalui link yang ada pada jaringan internet juga yang bisa mengakses situs media online https//wŵw.medanseru.co.
Meski pada jamannya media ini mulai berkibar tampak jaringan internet begitu sangat terbatas baik kecepatan maupun penggunakan dikarenakan satelit yang dimiliki perusahaan provider tidak bekerja ekstra untuk menciptakan jaringan yang mudah dan cepat hingga bisa diakses guna menciptakan kepuasan tersendiri di masyarakat tersebut.
Sangat berbeda jauh seperti sekarang ini yang sudah kebanyakan menggunakan sistem digital dan terbukti dengan banyaknya beberapa perusahan media online karena sangat membantu bagi pembaca berita tanpa mereka harus mengeluarkan kocek untuk membeli koran atau majalah supaya mereka bisa mengetahui berita yang terjadi dimuka bumi ini.
Namun dibalik terbatasnya akses jaringan internet tidak membuat Alm. Sihol putus asa dan terbukti begitu banyaknya berita yang dibaca oleh masyarakat karena dapat diketahui melalui link media ini pada halaman tampilan yang ada di setiap penberitaan medanseru.co
Banyak media cetak lokal mengutip berita dari medanseru khususnya kasus korupsi yang menjadi hot katagori pada halaman website portal berita online www.medanseru.co kala itu.
Hal ini disebabkan banyak wartawan perusahaan media lain yang belum memiliki data maupun nara sumber yang akurat tentang perilaku oknum pejabat “jahat” yang di duga terlibat di pusaran kasus mega korupsi.
Banyak dikalangan jurnalis yang mengakui Alm.Hasiholan Siregar sebagai salah satu wartawan hebat kota medan yang memiliki relasi dimana-mana dan memperoleh data akurat hingga mempermudah perusahaan media yang dibawah komando Alm.Sihol mengungkap tabir kejahatan para oknum pejabat tersebut.
Salah satunya kasus korupsi Mantan Gubernur Sumatera Utara Alm. Dato Sri Syamsul Arifin SE yang terlibat dalam penyelewengan dana banjir bandang Bhahorok tahun 2003 lalu senilai 128,3 miliar rupiah dan pengadilan tipikor menjatuhi hukuman penjara kepada mantan bupati langkat tersebut.
Medanseru.co memuat pemberitaan bukanlah berdasarkan opini penulis melainkan adanya data yang akurat hingga ditulisndan dituang menjadi berita dan sepenuhunya menjadi tanggung jawab pimpinan redaksi bukanlah tanggung jawab sang penulis sesuai kode etik jutnalistik yang ditetapkan oleh pemerintah negara ini.
Banyak pejabat kala itu ketar-ketir alias takut saat namanya dimuat sebagai headline berita di halaman utama baik itu media cetak atau juga media online medan seru.co
Berdasarkan riwayat pemberitaan yang dimuat redaksi ketika itu,Banyak oknum pejabat yang diperiksa oleh aparat hukum meski berjalan “lambat” hinga menjadi “santapan” oknum penegak hukum yang menjadikan mereka sebagai “ATM” berjalan guna memenuhi keperluan isntansi maupun kebutuhan oknum penegak hukum tersebut.
Sering wartawan media ini mendapat pelayanan istimewa oleh beberapa instansi yang merasa “takut” terhadap tulisan media medanseru.co ini.
Sempat timbul kecemburuan pada kalangan jurnalis yang mengangap wartawan medanseru sebagai anak emas sehingga menimbulkan kerenggangan antara sesama wartawan yang sama bertugas pada satu institusi pemerintahan tersebut.
Beberapa perusahaan media laiinanya sempat memanfaatkan tulisan berita wartawan medanseru sebagai headline berita media cetak mereka karena dianggap memiliki nilai jual dan perusahaan tersebut membagi keuntungan mereka kepada pihak perusahaan medanseru
Kini media itu telah direvisi sedikit atau lebih tepatnya mengenai tulisan yang sebelumnya Https//www.medanseru.co kini menjadi https//www.medanseru.com dan memiliki izin lengkap hingga mulai beroperasi 13 Maret 2024 lalu sesuai tanggal yang ada pada setifikat perizinan perusahaan media ini.s
Sebelumnya sudah ada kesepakatan yang dibicarakan sesama rekan wartawan / jurnalis yang tergabung dalam pembentukan media medanseru.co Jilid I mengizinkan Syafrizal Anwar Dongoran selaku keponakan Kandung Alm.Hasiholan Siregar untuk meneruskan cita-cita sang pendiri masih belum tercapai yaitu mempekerjakan 100 orang karyawan di perusahaan wartawan “gila” ini.
Media online medanseru.co merupakan sebuah perusahaan perdana yang dibuat Alm.Hasiholan Siregar bersama kelompoknya dan nyaris sukses namun karena disebabkan sebuah kasus “orang besar”.di Sumatera Utara yang menjerat Alm.Hasiholan hingga akhirnya medanseru.co ditutup pemerintah dan berubah kini berubah icon dan tampilan namun akan tetap berupaya semaksimal mungkin guna memberikan kualitas terbaik pada pemberitaan guna menjaga kualitas perusahan agar para pembaca tetap setia mengunjungi situs media anak Medan ini karena disajikan secara Berani,Bijak dan terpercaya sesuai moto media www.medanseru.com saat ini.
Telepon panggilan yang masuk ke contact Media saat ini seakan mengingatkan kisah tahun 2018 lalu atau kurang lebih enam tahun yang lalu Alm.Hasiholan Siregar S,H selaku pencetus awal media ini berurusan dengan aparat hukum karena dianggap sebagai penyebar hoaks karena tidak memiliki perizinan PERS meski website yang sempat dikatakan media online ini begitu melambung besar dan membuat heboh kota Medan karena berani dan tajam dalam setiap membuat pemberitaan.
Nyaris sama dengan proses awal mula terbitnya media ini yang dibantu secara bersama oleh rekan-rekan Alm.Hasiholan Siregar dan kini juga dibantu oleh sesama rekan jurnalis hingga hanya dalam kurun waktu hitungan hari Syafrizal berhasil menerbitkan media medanseru ini ke halaman situs website agar dapat diakases sebagai portal berita yang dapat dibaca seluruh kalangan baik dalam maupun luar negeri.
Kami dari jajaran redaksi medanseru.com berharap dengan memiliki nama yang sama para lembaca setia dapat mendukung kami agar bisa kembali membesarkan media medanseru ini seperti di masa-masa dulunya medanseru Jilid I Dibawah komando Pimpinan Redaksi medanseru.co Alm Hasiholan Siregar S,H.
Dulu banyak pembaca merasa sedih dan duka begitu mengetahui sang pemrakarsa harus berada dalam jeruji penjara karena proses hukum yang dialaminya karena di dalam sel tahanan Alm.Hasiholan mengalami kekerasan yang dilakukan orang suruhan terkait pemberitaan yang menyeret nama orang penting di Sumut ini
Dengan tulisan pemberitaan yang cukup dikenal di kalangan jurnalis dan masyarakat membuat Alm.Sihol berhasil membesarkan beberapa media besar lokal seperti Posmetro Medan dan Metro 24 jam karena campur tangan Alm.Sihol media cetak tersebut dikenal pembaca karena adanya bahasa pasaran pada kolom berita.
Menurut cerita yang beredar dikalangan wartawan,adanya bahasa pasaran tersebut berdasarkan ide Alm. yang ingin membuat sesuatu yang berbeda dari media cetak terkenal laiinya dengan memuat tulisan dengan bahasa pasaran yang mudah dicerna dan dibaca oleh masyarakat Sumatera Utara pada umumnya.
Walau dikenal sebagai seorang Jurnalis Senior yang memiliki pengalaman dan kemampuan luar biasa nyatanya tidak membuat alm.Hasiholan mendapat kehidupan luar biasa seperti beberapa rekan jurnalis lain yang telah menempati rumah bak istana dan juga memiliki kendaraan mewah dengan harga yang fantasyis tentunya.
Alm.Hasiholan dulunya banyak berpindah tugas sebagai wartawan sesuai kebutuhan tempat dimana perusahaan membutuhkannya guna mengembangkan dan membesarkan media cetak yang kebanyakan dibawah management jawa post national network (JPNN)
Dibalik kisah hebatnya itu Alm sihol mempunyai kisah yang cukup pahit menjelang akhir hayat dimana dirinya mengalami kekerasan ketika berada dalam sel tahanan dan hal itu juga telah diutarakan alm.Hasiholan saat proses persidangan dirinya yang berlangsung di ruang Cakra Pengadilan Negeri Medan 2019 lalu dan diliput beberapa media besar karena kasus tersebut mencatat nama H.Anif sebagai “orang kuat” Kota Medan dengan status pelapor sesuai pasal yang diadukannya mengenai pencemaran nama baik.
Di dalam ruang sidang hingga menuju mobil tahanan yang membawa wartawan hebat ini kala itu terlihat derai air mata yang mengalir deras dari beberapa rekan sesama jurnalis yang memiliki huhungan begitu dekat baik itu pria maupun wanita dari usia muda maupun muda sesuai pergaulan yang dilakoniya setiap hari yaitu bergaul dengan siapa saja tanpa memandang Harta,Tahta,Usia juga Agama.
Isak tangis semakin bertambah kala itu ketika Alm.Hasiholan Menyuarakan terakhir kalinya dipersidangan hingga membuat pengunjung ruang sidang tidak mampu membendung air mata yang keluar dengan sendirinya karena mendengar ucapan yang keluar dari mulut alm.Hasiholan Siregar.
“Selepas sidang ini pak Hakim yang mulia saya juga tidak tau apakah masih hidup atau tidak karena saya mendapatkan perlakuan yang begitu keras selama di dalam tahanan”ucapanya yang hingga kini tetap dikenang beberapa rekan wartawan yang mengikuti proses persidangan karena membayanhkan siksaan yang dialami Alm.Sihol di dalam penjara.
Semasa hidupnya Alm.Sihol Banyak memuat berita di beberapa media yang pernah dibesarkannya mengenai kejahatan korupsi yang merupakan tindak pidana dan dilakukan orang hebat di negara ini namun sampai azal menjemput Alm.Hasiholan dan memasukan jenazahnya keliang lahat.
Beberapa Kasus yang sebelumnya dibuka alm.Sihol melalui berita namun kini terhenti seolah proses hukum tidak bisa berjalan karena akan dianggap tenang karena adanya dugaan permainan aparat yang merasa “aman” untuk menutup kasus tersebut dikarenakan hanya alm.Hasiholan yang nekat memuat berita karena hanya Alm.Sihol yang memiliki data akurat terkait beberap kasus pejabat tersebut”
(Syafrizal Anwar Siregar / ms-01)













Are you still looking at getting your website done/ completed? Contact e.solus@gmail.com
Terima kasih,anti akan kita tindak lanjuti terkait saran yang admin terima