BD Ganteng “Peliharaan Istimewa” Managemant
MEDAN-medanseru
Dalam dua pekan terakhir Aparat Gabungan tampak gencar melakukan razia di tempat hiburan malam guna menekan tingginya angka peredaran narkoba dalam kurun waktu beberapa tahun khususnya di Kota Medan.
Razia yang dilakukan secara terus menerus membuktikan bahwa adanya kerja keras yang dilakukan aparat gabungan TNI -Polri dengan bersinergi untuk mrnghalau agar masyarakat takut dan segera menghindari “perbudakan” dari penggunaan barang haram yang dapat merusak generasi bangsa nantinya.
Meski ada sedikit pandangan “Miring” terkait operasi Gabungan Di Jet Plane Executive Music Room Jalan Imam Bonjol Medan kemarin mengenai pertunjukan “Drama” Razia yang dibuat agar terlihat bersih dari narkoba dan sampai sekarang tidak ada bantahan baik dari aparat maupun management lokasi hiburan malam tersebut.
Jumat (28/5) Dini Hari tiga orang pengunjung Black Owl Jalan T. Amir Hamzah No.C62, Helvetia Tim., Kec. Medan Helvetia, Kota Medan, “Diciduk” usai urine mereka dinyatakan positif ketika aparat gabungan menggelar razia di beberapa tempat hiburan malam.
Dalam operasi tersebut, Polda Sumut menerjunkan 89 personel gabungan dari berbagai satuan, di antaranya Ditresnarkoba, Ditsamapta, Sat Brimob, Bidpropam, Ditintelkam, Biddokkes, Bidhumas serta personel Polisi Militer TNI.
Ketiga pengunjung dengan inisial BVA,DGRT dan GBH tersebut dibawa oleh aparat untuk dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut ke Markas Kepolsian Daerah Sumatara Utara.
Redaksi https/.www.medanseru.com coba melakukan investigasi dalam beberapa hari terakhir usai razia kemarin alhasil sebuah nama disebut sebagai “Gatot Kaca” yang dapat “mengabulkan” keinginan pengunjung terkait barang haram jenis narkoba.
Dengan mudah Para tamu “Kelas Atas” ini bisa memperoleh apa yang merek inginkan dengan cara memesan / meminta melalui waiter/waiters.
Nantinya pengunjung akan dipertemukan dengan HEN Alias WAN Alias Ganteng (33) seseorang gang dikatakan sebagai Fasilitator atau Bandar (BD) “Siluman” Black Owl yang dapat menyediakan berbagai jenis narkoba mulai kelas menegah hingga kelas atas.
“Itu bedanya di Black Owl dengan tempat lain,Mulai dari Sabu sampai morphine atau heroin mereka bisa kasi dan waktu transaksi juga tidak lama maksimal 15 menit” Ucap Hong Nara sumber https//wwww.medanseru.com yang lumayan banyak membantu untuk mengungkap peredaran narkoba khususnya di Black Owl tersebut.
Pria yang tinggal Di Jalan Cengal Kelurahan Sekip Kecamatan Medan Petisah ini memberitahukan bahwa pengunjung Black Owl Medan bukan seperti di beberapa tempat hiburan lain yang masih menggunakan narkob jenis ekstasi atau dengan kata lain inex / pil geleng-geleng.
Walau harganya yang sagat fantastis mahal karena mencapai jutaan rupiah per pcs itu namun penggunaan narkoba jenis Vape menjadi Favorit khususnya di kalangan pengunjung hiburan malam Black Owl Medan.
“Tamu Black Owl pada umumnya orang berduit bang jadi mereka cari aman dan praktis,mengenai angka mereka tidak ada permasalahan dan bisa lihat sendiri transaksi pesanan di meja pegunjung bukan masuk dalam kategori ratusan tetapi sudah diangka jutaan bahkan puluhan juta Rupiah” kata pria keturunan Etnis Tionghoa tersebut
Menurut narasumber bahwa sang BD merupakan warga asli Jalan Karya Sekata Medan namun saat ini Gentong belum diketahui bermukim secara jelas sebab yang bersangkutan ada menempati beberapa rumah juga kost di duga semua merupakan Fasilitas yang diberikan untuk “Kesayangan” Management Black Owl Medan itu.
“Transaksinya ditempat berbeda-beda bang,Bisa di Parkiran,Bisa Di Samping Gedung bahkan Di Parkiran Belakang setelah nantinya waiter/waiters mengarahkan si pemesan untuk bertemu si Ganteng (Bandar) tersebut”
Ditambahkannya lagi,”Bila transaksi menggunakan jenis transfer alangkah baiknya dilakukan terdahulu di depan waiters/waiters dan nantinya tinggal menunjukan bukti transfer kepada Si BD namun bila menggunakan nominal Tunai maka sebaiknya pakai pecahan seratus ribuan untuk mempersingkat transaksi yang dilakukan secara terselubung itu”
“Ya Emang agak ribet bagi kita harus pakai pecahan seratus ribuan tetapi alasan mereka lebih mempermudah proses pertemuan antara si pembeli dan si penjual dan saat ini mereka kasi sebutan dengan nama “Transaksi Beda Alam”. (ms-01)… BERSAMBUNG…..!!!!!












