Fika Lubis : ” Dia Itu tidak Pantas Menjadi Pejabat”

MEDAN-medanseru
Berawal dari upaya konfirmasi media ini kepada Kadis Pariwisata Kota Medan M. Odi Anggia Batubara, S.S.T.P., M.M terkait adanya praktek “porno aksi” di Black Owl Jalan Tengku Amir Hamzah Medan Sabtu (25/5) malam berbuntut panjang.
Beberapa pesan singkat dilayangkan pejabat pemerintah Kota Medan tersebut kepada Pimpinan Redaksi Https://www.medanseru.com Rabu (29/7) Pagi hingga Siang Hari.
Kalimat yang dikirimkan menunjukan adanya emosi dimana sebuah upaya pengancaman agar membuat takut pihak redaksi yang ditujukan kepada Syafrizal selaku penanggung jawab pemberitaan.
Orang nomor satu di Dinas Pariwisata Kota Medan ini dengan sengaja menuliskan kata yang sangat tidak relevan bagi seorang pejabat publik mulai dari kata ‘Suka Kau’, harus izin aku” yang menunjukan sebuah simbol kekuasaan yang bersifat arogan
Beberapa kata tampak meruju pada rendahnya sebuah profesi yang menurutnya tidak sesuai dengan bidang yang diemban oleh Syafrizal Sirgar Selaku jurnalis yang telah melalang bekerja di beberapa perusahaan media terkenal Kota Medan selama dua puluh tahun ini.
“Suka kau lah,biar senang kau,kasian aku,wartawan tapi wawasan kalimat kurang,kalau bocor pemantauan dilapangan bisa kucing-kucingan” Tulis M.odhie Batubara
Alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tersebut tampak sangat emosi dimana banyaknya kalimat kata “kau” yang dimana bahasa tersebut seolah kurang humanisnya seorang pejabat pemerintahan berdialog dengan pimpinan redaksi media yang seharusnya menjadi rekanannya sebab pemerintah sangat membutuhkan media agar masyarakat mengetahui situasi dan peristiwa yang terjadi saat ini guna terhindar dari pembodohan akibat kurangnya sarana informasi publik.
Mengetahui adanya “Gejolak” yang tidak wajar dilakukan oleh seorang pejabat pemerintahan tersebut membuat Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) Sumatera Utara Fika Lubis angkat bicara.
Melalui telepon selular Kamis (30/7) pagi,Pria yang dikenal sangat vokal ini sangat menyayangkan atas perlakuan Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan M.Odhie Batubara kepada rekan wartawan.
Bagi Fika,seorang pejabat publik seharusnya memberikan sikap yang humanis dan santun dimana seorang pemimpin merupakan contoh suri tauladan kepada para bawahan yang tengah “Dinakhodainya”.
Pimpinan adalah sebuah contoh,Seandainya saja ada sebuah perilaku yang kurang baik dibuat atasan bisa jadi akan ada kemungkinan besar perilaku yang sama juga akan terjadi kepada anak buahnya,Otomatis bisa jadi akan ditiru sebagimana pimpinan yang diibaratkan adalah orang tua dan bawahan adalah merupakan anak.
“Saya mengetahui adanya perilaku yang kurang baik ditunjukan Kadis tersebut melalui berita terbitan semalam dan ternyata masih terulang dan semakin parah hingga bangganya beliau mempertontonkan sebuah “kebodohan” yang ada pada dirinya” Kata Fika.
Ditambahkanya lagi, Kalimat yang merendahkan martabat rekan wartawan media ini bisa menjadi sebuah “Gejolak” yang luar biasa seperti contoh minggu kemarin.
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pusat melaporkan pengacara kondang Hotman Paris ke Polisi disebabkan adanya sebuah kata yang “merendahkan”harkat martabat profesi wartawan namun laporan tersebut dicabut setelah adanya permintaan maaf dari sang pengacara hingga akhirnya perdamaian.
Sebuah sikap yang sangat tidak terpuji apalagi bertujuan merendahkan profesi seseorang apa lagi terhadap pimpinan redaksi media yang pastinya memiliki “Jam Terbang” maka dipercayakan untuk mengemban jabatan “mulia” tersebut.
“Bahasa dia itu yang mengatakan ‘Percuma wartawan tapi wawasan kalimat kurang’ seolah menunjukan pimpinan redaksi media ini kurang memahami bahasa dan mengarah ke bagian terdalam yaitu tidak pantasnya Syafrizal untuk menjadi seorang wartawan apa lagi sebagai pimpinan redaksi karena kurang mengetahui kalimat”.Tambah Fika lagi,”Sangat aneh sekali rasanya seorang Kepala Dinas mengeluarkan kalimat seperti itu dan bisa jadi dia yang kurang pendidikan dan moral entah’pun karena “hiping” dia bisa masuk IPDN hingga kadis,kalau mengandalkan “Kotak” rasanya tidak mungkin bila melihat kualitas SDM nya seperti iu”
Adanya “Gesekan” ini sangat berdampak kepada kegiatan sebab telah melukai hati rekan kami Bang Rizal yang pernah bertugas dilalangan sebagai wartawan unit kepolisian bahkan namanya lumayan Familiar dikalangan “orang penting” salah satunya pada Institusi Kepolsian di Kota Medan.
Dengan tegas dan segala hormat,Kami meminta kepada Bapak Walikota Medan untuk segera mencopot jabatan M.Odhie Batubara selaku kepala Dinas Pariwisata karena kami menilai beliau tidak layak menduduki jabatan tersebut”Pinta Fika
“Kami juga mengingatkan kepada bapak Walikota Medan kemungkinan akan ada pergerakan dari Lembaga Aliansi Indonesia DPD Sumatera Utara beserta jurnalis laiinnya akan melakukan aksi demo apabila Jabatan Kadis pariwisata itu masih melekat pada “orang kuper” seperti M.Odhie tersebut”
Kalimat pejabat itu membuat khususnya insan Pers Dan LSM dengan tugas Pokok yang sama yaitu melakukan sosial kontrol terluka atas ungkapan yang dilontarkan melalui pesan whatssapp kepada pimpinan redaksi media ini.
Bahkan kemungkinan besar bila permasalahan belum reda,kami akan mendampingi Bung Rizal untuk mengambil langkah hukum berupa laporan polisi seara resmi” Tegas Fika Lubis teruntuk orang nomor satu di Dinas Pariwisata Kota Medan itu. (ms-01) BERSAMBUNG…












