TM dan PO Dua Pengelola Barak Narkoba Gang Warisan Saling “Serang” Tutup Diri

///  Teks Foto – 1: Gang Warisan Kelambir V yang kini ramai karena menjadi Lokasi peredaran narkoba (foto : medanseru)

/// Teks Foto – 2 : Benda yang disinyalir sebagai narkoba jenis sabu saat wartawan media ini melakukan undercover dan membelinya senilai Rp 50 ribu dari BN salah satu penjual yang ada di lokasi itu

MEDAN-medanseru

Menindak lanjuti pemberitaan viral yang di upload Selasa (7/5) di akun tiktok Website resmi medanseru.com dengan jumlah view 70,1 ribu  penayangan sampai Rabu (8/5) pukul 23.16 WIB membuat orang nomor satu di redaksi medanseru.com turun gunung.

Jaringan “pemain” narkoba yang di miliki Rizal selaku pimpinan redaksi dimanfaatkan untuk memperoleh informasi maksimal tentang barak sabu yang berada di Jalan Kelambir V Gang Warisan Kelurahan Tanjung Gusta Kecamatan Medan Helvetia.

Berita heboh yang dimuat media  asuhan Alm Hasiholan Siregar ini dengan judul  “Gaji penjaga bong alat isap sabu setaraf ajudan bupati” membuat TM dan OP dua orang yang namanya  santer disebut sebagai “bos” barak narkoba itu merasa tidak tenang.

Ironisnya kedua orang yang bertempat tinggal di kawasan barak narkoba itu terlibat saling “serang” alias saling tuduh setelah masing-masing kubu mengutus orang dekat mereka untuk menghubungi pimpinan redaksi medanseru.com

“Bang Rizal ini aku (xxx) orang utusan bang Tomas,abang di mana posisi sekarang bisa kita ketemu karena bang Tomas mau jumpa ada penting katanya dengan bang rizal” tulis pesan whatssapp dengan nomor 0852xxxxxxxx sekira pukul 17.00 WIB.

Mungkin karena beberapa jam pesannya tidak di gubris, (xxx) si pemilik nomor dengan jenis kelamin pria itu menelepon sembari meminta agar pemberitaan dihentikan dan disitu dia menuturkan tentang “bos” narkoba sesungguhnya di Gang Warisan tersebut. “si putra ompong yang megang bukan bang Tomas makanya dia ajak abang supaya jumpa dan minta berita itu dihapus” ungkap orang suruhan TM tersebut.

Merasa janggal dengan adanya penyampaian informasi itu membuat pemred media ini menghubungi BI (inisial palsu-red)  salah satu orang dekat PO yang katanya sebagai “bos” sesungguhnya pada lokasi barak narkoba Gang Warisan itu.

“siapa bilang bukan bang Tomas yang main disitu, salah dia itu coy tapi bisa jadi alibi dia sama mu karena kau wartawan jadi dibuangnya sama putra ompong” kata BK yang pernah berteman dekat dengan pemimpin redaksi media ini sewaktu di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU)

“Si putra ompong itu anggotanya bang Tomas dan bahan yang masuk semua itu bahannya Bang Tomas yang membagi ke bawah itu si ompong” ungkapnya kepada media ini. (ZAL)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top