MEDAN-medanseru
Disebut-sebut membekingi mesin judi tembak ikan logo,Beberapa oknum TNI yang bertugas di Kodam 1 Bukit Barisan membuat citra negara ini berubah dimata masyarakat pasalnya perilaku beberapa pria bertubuh tegap dan tinggi ini tidak selayaknya sebagai seorang aparatur negara yang senantiasa menjaga NKRI dan menjunjung tinggi undang-undang dasar Republik Indonesia malah oknum berseragam loreng itu seakan menjadi bagian perusak Negara ini.
Karena dengan atribut yang mereka gunakan itu seolah dapat membuat para pelaku judi dengan bebas melakukan aktifitas mereka padahal yang namanya perjudian dalam bentuk apa pun di larang pemerintah.
Momentum tersebut tertuang dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang di susun Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia tertuang pada pasal Pasal 303 KUHP mengenai larangan perjudian.
Berdasarkan amatan langsung awak media ini di Jalan Klambir V Gang Tower Kelurahan Tanjung Gusta Kecamatan Medan Helvetia,
Terlihat jelas berupa dugaan aktifitas tindak pidana yang beroperasi dengan “santai” tanpa ada penanganan maupun penindakan dari pihak kepolisian setempat.
Secara terang benderang puluhan orang yang kebanyakan mayoritas pria ini nampak keluar masuk dari sebuah tempat yang berbentuk rumah serta ditutupi beberapa renda tersebut.
Orang tua maupun anak muda juga ada disitu mereka terkesan tidak takut akan ada proses hukum dari pihak kepolisian meski lokasi disinyalir menjadi tempat perbuatan tindak pidana perjudian
Pasalnya nama MB oknum TNI ini menjadi “Benteng” khusus bagi pemain untuk menjadi beking mereka apabila pihak aparat hukum terkait melakukan penggerebekan dan penangkapan.
Lokasi yang berada disebuah gang di permukiman padat penduduk ini di duga kuat menjadi tempat perjudian jenis tembak ikan yang akhir ini semakin marak dan bertambah di beberapa daerah khususnya kota Medan dan Deli Serdang.
Cara memainkan mesin ini dengan menukarkan uang tunai dengan beberapa buah cip yang disediakan pengelola lalu cip tersebut dimasukkan kedalam sebuah lobang yang ada pada mesin itu maka para pemain dapat langsung melakukan tantangan ketangkasan yang memiliki hadiah juga berbentuk cip dan dapat ditukarkan si pemain kembali menjadi uang tunai apabila misi permainan yang dikerjakannya pada mesin berukuran 1 1/2 x 2 tersebut berhasil.
“nanti Abang tanya aja sama bang Marbun Provost Kodam karena katanya dia yang punya mesin ini”ucap pria berkaos putih bercelana pendek coklat yang tidak ingin disebutkan namanya ke media ini.(TIM)












