/// Teks Foto : Nuraidah (berhijab) ibu kandung Syahrul Bari ketika di Kantor Desa Desa Lama menghadiri undangan mediasi (foto : medanseru.com)
HAMPARAN PERAK-medanseru
Suasana di Kantor Kepala Desa Desa Lama yang terletak di Jalan Padat Karya No.1 Kecamatan Hamparan Perak terlihat sangat menyeramkan karena seluruh penghuni menghilang “dimakan” Hantu.

Hal ini terlihat Senin (2/9) sekira pukul 10.00 WIB ketika wartawan medanseru.com menyambangi kantor tersebut untuk melakukan peliputan berita mengenai mediasi kasus pertarungan satu lawan satu antara Syahrul Bahri (31) dan Dicky (28) yang membuat satu di antaranya harus mendekam di sel tahanan kantor polisi.

Tidak ada terlihat aktivitas pekerjaan dimana mestinya jam saat itu menunjukkan seluruh pekerja baik pegawai maupun staf harus berada pada posisinya guna melayani kebijakan publik dan kepentingan masyarakat banyak.
Kantor instansi yang ada di bawah naungan Pemerintahan Republik Indonesia ini seolah “mendirikan” negara di dalam negara dengan adanya kebijakan sepihak yang mereka buat.
Salah satu bukti mengenai surat undangan mediasi ke III yang mereka layangkan terkait kasus pertarungan satu lawan satu berujung penjara dan viral alias banyak menarik perhatian publik saat ini.
Dalam surat undangan dituliskan bahwa Pemerintah Desa Desa Lama Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang mengundang pihak keluarga Syahrul Bahri dan keluarga Dicky untuk menghadiri musyawarah tentang laporan tersebut pada hari Senin 2 September 2024 pukul 10.00 WIB bertempat Kantor Desa Lama Kecamatan Hamparan Perak.
Nuraidah (53) beserta keluarga harus menelan rasa kecewa karena batalnya mediasi dimana mereka menghadiri undangan itu untuk menyelesaikan permasalahan di antara kedua keluarga ini.
“kami disuruh datang tapi orang kantor desa pun enggak ada disini” pungkas Nuraidah ibu kandung Syahrul Bahri yang kini statusnya sebagai tersangka dalam perkelahian satu lawan satu itu dan kini harus mendekam di sel tahanan Polsek Hamparan Perak.
Batalnya mediasi disebabkan karena tidak ditemukan satu orang pun perangkat desa maupun Kepala Desa berada di kantor tersebut bahkan seluruh pintu masuk ke dalam kantor terlihat tertutup dan tanpa adanya terlihat aktivitas pekerjaan sebagaimana mestinya.
Ahyat selaku kepala desa setempat terkesan bungkam dan enggan berkomentar ketika medanseru.com berusaha melakukan konfirmasi melalui sambungan telepon sekira pukul 20.15 WIB di hari yang sama bahkan beberapa pesan whatassapp yang dikirimkan terkait permasalahan ini juga tidak mendapat balasan. (ms-01)












